SELINGKUH SAMA PACAR ADIK KU
CERITA DEWASA - Aku mengenalnya saat aku diajak kerumah pacarku, panggil saja Anggi (adik pacarku) setiap pacar ku pergi Anggi selalu menemaniku berbicara, bercanda, dsb.
Itu sering terjadi bahkan berulang kali, aku merasa tak nyaman, tapi Anggi (adik pacarku) selalu ada dan selalu menemaniku disaat aku ditinggal pergi oleh pacarku.
Sebenernya aku pacaran sama siapa sih ?? sama Anggi (adik pacarku) atau Dewi (pacarku) ? ?
Aku tak berfikir panjang dari hari ke hari waktu ke waktu akhirnya aku pun menyukai Anggi, karena beliau lebih baik, cantik, sexy, putih, dan sopan.
Itu sering terjadi bahkan berulang kali, aku merasa tak nyaman, tapi Anggi (adik pacarku) selalu ada dan selalu menemaniku disaat aku ditinggal pergi oleh pacarku.
Sebenernya aku pacaran sama siapa sih ?? sama Anggi (adik pacarku) atau Dewi (pacarku) ? ?
Aku tak berfikir panjang dari hari ke hari waktu ke waktu akhirnya aku pun menyukai Anggi, karena beliau lebih baik, cantik, sexy, putih, dan sopan.
Hampir setiap hari aku datang ke rumah pacarku hanya untuk diam-diam berselingkuh dengan Anggi (adiknya pacarku) Sepengetauan Dewi (pacarku).
Anggi dan aku sudah berkomitmen agar hubungan ini disembunyikan dari semua orang, termasuk pacarku si Dewi . Anggi selalu manja jika ada di dekatku, berbeda jauh dengan kakaknya yang galak, jutek, gak mau tau tentang orang lain dan egois.
Aku tetap tak perduli aku tetap sayang sama pacarku dan Anggi (adik pacarku) yang terpenting aku sudah berkomitmen dengan Anggi, tak habis kupikir setiap hari setiap waktu Anggi selalu ada buat aku dia selalu setia di sisiku dia selalu manja dipelukku, hingga suatu ketika, saat aku memeluk Anggi tanpa bicara panjang lebar Anggi menciumku dengan mesra dan penuh gairah.
Akupun terbawa suasana yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, penisku berereksi tak lama Anggi pun meremas remas Penisku hingga aku tak tau harus berbuat apa....??.
Semuanya kumulai dari awal berciuman sampai tanganku masuk ke dalam baju Anggi untuk meremas remas toketnya yang besar, putih dan mulus. Anggi pun membalas dengan meremas remas penisku, aku pun tak mau kalah, kubuka bajunya ?? !!!
Kulihat warna merah terang BHnya, lalu kulepas celananya dan kubuka celana dalamnya yang berwarna ping terang juga.
Tanpa henti aku menciumnya, tanganku pun ikut memainkan ujung Vaginanya Anggi..
Emmmmm… aaaaahh… aaaaahhhhhhhhhh…..!!,
Jeritan kecil dan desahan-desahan kenikmatan yang dilontarkan Anggi kepadaku, tak lama kemudian mulut Anggi ada di hadapan Penis ku, lalu dimasukan ke mulutnya Anggi, mataku yang terbuka hingga terpejam tuk merasakan Lembutnya bibir Anggi di penisku, lalu kudorong Anggi ke kasur dan kucumbu dia, ku cium dia dari mulut, ke leher, lalu ke toketnya hingga terakhir mulutku berada pas didepan mulut Vagina Anggi.
Ahhhhhhh … uhhhhhh …ahhhhhh,,,,,!,
Anggi mendesah dan Anggi pun menikmati lidahku yang memainkan ujung Vaginanya.
Akhirnya aku ditariknya keatas dan penis ku ditarik lalu diarahkan ke mulut Vaginanya Anggi Akhirnya karena ketidak sabaranku, aku mendorong penis ku masuk ke mulut Vaginanya Anggi.
Aaaaasssssshh…. aaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!
Jeritan demi jeritan dan desahan demi desahan yang Anggi lontarkan membuat aku semakin semangat, berbagai macam gaya yang aku dan Anggi lakukan, dari berpelukan, berciuman, hingga bercumbu dari 69, berbaring, hingga berdiri membokongiku dengan pantat diangkat.
Semuanya sudah dilakukan. Jeritan-jeritan kecil dan desahan-desahan yang dilontarkan oleh Anggi hingga aku dan Anggi mencapai klimaks atau keluar mani secara bersamaan, setelah semua tercapai, aku dan Anggi berbaring sambil menatap penuh kemesraan sambil mengenakan pakaian, setelah itu aku dan Anggi berpelukan sambil berjanji, tidak bolah ada orang lain yang tau termasuk pacar aku sendiri (Kakak Anggi) atau si Dewi.
Tak lama kemudian pacarku datang si Dewi, untungnya aku dan Anggi sedang duduk asik ngobrol.
Aku dan Anggi berharap apa yang sudah dilakukan, tak ada seorangpun yang tau. Lalu aku memakai jaket trus pulang dengan wajah gembira dan tubuh yang segar.
Anggi dan aku sudah berkomitmen agar hubungan ini disembunyikan dari semua orang, termasuk pacarku si Dewi . Anggi selalu manja jika ada di dekatku, berbeda jauh dengan kakaknya yang galak, jutek, gak mau tau tentang orang lain dan egois.
Aku tetap tak perduli aku tetap sayang sama pacarku dan Anggi (adik pacarku) yang terpenting aku sudah berkomitmen dengan Anggi, tak habis kupikir setiap hari setiap waktu Anggi selalu ada buat aku dia selalu setia di sisiku dia selalu manja dipelukku, hingga suatu ketika, saat aku memeluk Anggi tanpa bicara panjang lebar Anggi menciumku dengan mesra dan penuh gairah.
Akupun terbawa suasana yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, penisku berereksi tak lama Anggi pun meremas remas Penisku hingga aku tak tau harus berbuat apa....??.
Semuanya kumulai dari awal berciuman sampai tanganku masuk ke dalam baju Anggi untuk meremas remas toketnya yang besar, putih dan mulus. Anggi pun membalas dengan meremas remas penisku, aku pun tak mau kalah, kubuka bajunya ?? !!!
Kulihat warna merah terang BHnya, lalu kulepas celananya dan kubuka celana dalamnya yang berwarna ping terang juga.
Tanpa henti aku menciumnya, tanganku pun ikut memainkan ujung Vaginanya Anggi..
Emmmmm… aaaaahh… aaaaahhhhhhhhhh…..!!,
Jeritan kecil dan desahan-desahan kenikmatan yang dilontarkan Anggi kepadaku, tak lama kemudian mulut Anggi ada di hadapan Penis ku, lalu dimasukan ke mulutnya Anggi, mataku yang terbuka hingga terpejam tuk merasakan Lembutnya bibir Anggi di penisku, lalu kudorong Anggi ke kasur dan kucumbu dia, ku cium dia dari mulut, ke leher, lalu ke toketnya hingga terakhir mulutku berada pas didepan mulut Vagina Anggi.
Ahhhhhhh … uhhhhhh …ahhhhhh,,,,,!,
Anggi mendesah dan Anggi pun menikmati lidahku yang memainkan ujung Vaginanya.
Akhirnya aku ditariknya keatas dan penis ku ditarik lalu diarahkan ke mulut Vaginanya Anggi Akhirnya karena ketidak sabaranku, aku mendorong penis ku masuk ke mulut Vaginanya Anggi.
Aaaaasssssshh…. aaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!
Jeritan demi jeritan dan desahan demi desahan yang Anggi lontarkan membuat aku semakin semangat, berbagai macam gaya yang aku dan Anggi lakukan, dari berpelukan, berciuman, hingga bercumbu dari 69, berbaring, hingga berdiri membokongiku dengan pantat diangkat.
Semuanya sudah dilakukan. Jeritan-jeritan kecil dan desahan-desahan yang dilontarkan oleh Anggi hingga aku dan Anggi mencapai klimaks atau keluar mani secara bersamaan, setelah semua tercapai, aku dan Anggi berbaring sambil menatap penuh kemesraan sambil mengenakan pakaian, setelah itu aku dan Anggi berpelukan sambil berjanji, tidak bolah ada orang lain yang tau termasuk pacar aku sendiri (Kakak Anggi) atau si Dewi.
Tak lama kemudian pacarku datang si Dewi, untungnya aku dan Anggi sedang duduk asik ngobrol.
Aku dan Anggi berharap apa yang sudah dilakukan, tak ada seorangpun yang tau. Lalu aku memakai jaket trus pulang dengan wajah gembira dan tubuh yang segar.







